Hadits Dhaif dan Maudhu’ Seputar Ramadhan (Bag.8 5 Hal Yang Membatalkan Puasa)

Kelima
Hadits Tentang Lima Hal Yang Membatalkan Puasa
خَمْسٌ يُفْـطِرْنَ الصَّائِمَ وَيُنْقِـضْنَ الْوُضُوْءَ: الْكَـذِبُ، وَالْغِيْبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالنَّظْرُ بِشَهْوَةٍ، وَالْيَمِيْنُ الْفاجِرَةُ .
Artinya: “Ada lima hal yang dapat membatalkan puasa dan wudhu’ seseorang, (yaitu): berkata dusta, ghibah (bergunjing), namimah (mengadu domba), melihat dengan nafsu, dan bersumpah palsu.”
Derahat: Maudhu’/Palsu. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Jauraqaniy dalam Abathil wal Manakir (I/351, no. 338), Ibnul Jauzi dalam Al-Maudhu’at (II/560, no. 1131), dan Al-‘Iraqiy dalam Takhrijul Ihya’ (I/738).
Dari jalur Sa’id bin ‘Anbasah dia berkata, telah berkata kepada kami Baqiyah dia berkata, telah berkata kepada kami Muhammad bin Al-Hajjaj dari Jaban dari Anas dia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.
Illat (cacat) Hadits:
– Sa’id bin ‘Anbasah Ar-Raziy, dia seorang yang dha’if, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama ahlul hadits, diantaranya:
– Yahya bin Ma’in berkata : لا أعرفه٬ هذا كذاب
– Al-Junaidiy berkata : كذاب
– Ibnu Abi Hatim berkata : سمع منه أبي ولم يحدث عنه٬ وقال فيه نظر٬ لا يصدق
– Dan lain-lain. [Lihat Al-Mizan (III/223) dan Lisan Al-Mizan (IV/43)]
– Baqiyah bin Al-Walid, dia seorang yang dha’if, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama ahlul hadits, diantaranya:
– Ibnu ‘Uyainah berkata : لا تسمعوا من بقية ما كان في سنة٬ واسمعوا منه ما كان في ثواب وغيره
– Ahmad bin Hanbal berkata : إذا حدث عن قوم ليسوا بمعروفين فلا تقبلوه
– Ibnu Ma’in berkata : إذا حدث عن الثقات مثل صفوان بن عمرو وغيره فاقبلوه٬ اما إذا حدث عن أولئك المجهولين فلا
– Abu Mishar Al-Ghassaniy berkata : بقية ليست احاديثه نقية فكن منها على تقية
– Ibnu Hajar berkata : صدوق كثيى التدليس عن الضعفاء
– Dan lain-lain. [Lihat Tahdzibut Tahdzib (I/495-498) dan Taqribut Tahdzib (hal. 174)]
– Muhammad bin Al-Hajjaj Al-Hamshiy, dia seorang yang dha’if, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama ahlul hadits, diantaranya:
– Al-Azdiy berkata : لا يكتب حديثه
– Ibnu Makulan berkata : ولا يعرف محمد بن الحجاج إلا انه شيخ لبقية بن الوليد
– Dan lain-lain. [Lihat Al-Mizan (VI/103), Lisan Al-Mizan (VI/190), Adh-Dhu’afa’ wal Matrukin (III/48) dan Ibnu Makulan dalam Al-Ikmal (II/10)]
– Jaban dikatakan juga Musa bin Jaban, dia seorang yang dha’if, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama ahlul hadits, diantaranya:
– Al-Azdiy berkata : متروك الحديث
– Ibnu Makulan berkata : وجابان مجهول عن أنس بن مالك
– Dan lain-lain. [Lihat Dzail Al-Mizan (hal. 167), Lisan Al-Mizan (II/285) dan Al-Ikmal (II/10)]
Ibnu Abi Hatim berkata: “Aku telah bertanya kepada bapakku tentang hadits yang diriwayatkan oleh Baqiyah dari Muhammad bin al-Hajjaj dari Maisarah bin ‘Abdillah dari Jaban dari Anas bin Malik dari Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam. Dan menyebutkan hadits diatas, kemudian bapakku menjawab, ini adalah hadits dusta.” [Lihat Kitab Al-‘Illal (I/258-259)]
Al-Jauraqaniy berkata: “Hadits ini adalah bathil didalam sanadnya ada kegelapan.” [Lihat Al-Abathil (I/351)]
Ibnul Jauziy berkata: “Hadits ini maudhu’.” [Lihat Al-Maudhu’at (II/561)]
As-Suyuthiy berkata: “Maudhu’, Sa’id seorang pendusta dan tiga orang yang diatasnya adalah orang-orang yang cacat.” [Lihat Al-La’ali’ (II/90)]
Ibnu Makulan berkata: “Hadits munkar.” [Lihat Al-Ikmal (II/10-11)]
Al-‘Allamah Muhammad Husainiy Ath-Tharabalsiy berkata: “Khabar maudhu’.” [Lihat Kasyful Ilha’ (I/333) dan Nashbur Rayah (II/509)]
Syaikh Al-Albaniy berkata: “Maudhu’.” [Lihat Silsilah Adh-Dha’ifah (IV/199, no. 1708)]
Bersambung -insyaallah-

Alangkah Senangnya Saya Apabila Anda Mau Meluangkan Waktu Anda Untuk Berkomentar di Postingan Kami Ini, Karena Akan MemperERAT tali persahabatan Para Blogger..
Berkomentar Yang Baik.. Jangan SPAM Lo ya.. Makasi...
EmoticonEmoticon

Flickr